‘THE ONE’
Istilah ‘The One’ yang kadang dipadankan dengan sebuah objek pada sebuah kalimat, misalnya saja "She’s the one" atau "He’s the one" kalau dialihkan bahasakan ke dalam bahasa ibu artinya menjadi ‘yang terpilih’ atau ‘yang terbaik’, begitu ya kira-kira?
Sering donk denger kata-kata itu terucap dari temen, kerabat, film-film romantis atau sekedar curi-curi denger percakapan tetangga bangku sebelah di sebuah ruang tunggu dikala mereka-mereka itu lagi ngomongin indahnya cerita percintaan mereka! buat anda-anda yang pernah mengalaminya, berarti anda termasuk dari sedikit manusia beruntung yang sempet merasakan indahnya bertemu dengan karakter pujaan hati. ngga banyak lho orang-orang seperti anda!
Tapi, akhir-akhir ini pikiran saya agak terganggu karena ada yang melesetin kata-kata ‘The One’ jadi ‘The only one’, nah lho???
Singkat cerita, si orang ini pada awalnya berpikir kalau "She is the one", karena menurut dia hanya wanita itu satu-satunya sosok di bumi ini yang bisa nerima dia apa adanya, pengertian, cinta setengah mampus, perhatian bla bla blaaaa…. tapi coba deh perhatiin lagi kalimat Bold italic diatas itu… ‘the one’ soon become ‘the only one’. Artinya, bukan karena wanita itu yang terbaik tapi semata-mata karena hanya wanita itulah yang bisa mencintai dia sepenuh hatinya.
ada lagi temen saya yang udah punya pacar (diklaim bahwa pacarnya itu adalah wanita yang sangat baik) masih terus berkata : "tetap terus usaha cari yang terbaik!"
Berapa banyak dari kita yang kadang-kadang menunggu atau terus mencari untuk mendapatkan yang terbaik? coba saya mau tanya sama temen-temen,
Apa sih parameter atau tolak ukurnya seseorang dikatakan yang terbaik?
yang paling cantik/ganteng, paling mapan karirnya?, paling pintar?, paling baik, palinggg………???
Ok.. misalnya saja kita seumur-umur berdoa untuk diberikan sosok yang terbaik dan akhirnya datang juga sosok itu, tapi kemudian Tuhan punya keputusan lain, let’s say.. sosok itu memang yang terbaik buat kita, tapi ternyata diri kita sendiri bukan yang terbaik buat dia. GAGAL maningggg….
terus kapan ketemunya?????
Seandainya kalian ingin sekali punya kursi paling bagus supaya ngga malu-maluin diliat tetangga, tapi kemampuan budget sangat terbatas, solusinya mungkin pergi ke pasar loak. putar puter di pasar akhrinya ketemu kursi ngga terlalu bagus tapi sangat layak pakai. dilihat, dicoba, dibayar lalu dibawa pulang. sampai rumah dibersihin, diamplas, diplitur, diberi aksesories yang pantes n ngga norak, hasilnyaaa… bukan hanya bagus tapi tetangga-tetangga jadi sirik dibuatnya karena berharap mereka juga punya kursi sebagus itu yang artinya saat ini anda punya kursi terbaik se-RT.
Get the point?
May 11th, 2007 at 11:02 am
ckckck emang manusia itu ga pernah puas….:D
May 13th, 2007 at 2:38 am
Terutama elu Ron…dl jomblo ngeluh, dah pnya cw masih ajaa…ngga d, ini blog ale jd dlarang nyela yg laen slaen dia. Le, gw dah ganti istilah the one gw jd my destined one (gara2 pilem korea - lagi)
July 4th, 2008 at 7:56 pm
Mudah-mudahan gw ga mirip kursi yoo …………. saran aja jangan beli kursi klu mau cari jodoh …. he..he ……(by jo)